Jika sifat seseorang bisa dilihat dari kalimat yang digunakan, maka pengguna kalimat di atas termasuk orang yang boros. Kalimat di atas tidak efektif karena terdapat pemborosan kata.
Berikut ini adalah beberapa hal yang berkenan dengan kalimat efektif:
Dalam mengemukakan pendapat berupa tulisan sangat diperlukan penggunaan kalimat yang efektif. Keraf memberikan penjelasan kalimat efektif sebagai berikut:
Tujuan tulis-menulis atau karang-mengarang adalah untuk mengungkapkan fakta-fakta, persaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif, kepada para pembaca. Sebab itu ada beberapa persoalan yang harus diperhatikan untuk mencapai penulisan yang efektif, misalnya pertama-tama pengarang harus mempunyia suatu objek yang ingin dibicarakan, bila ia sudah menemukan objek itu, maka ia harus memikirkan dan merenungkan gagasan atau idenya secara jelas, kemudian mengembangkan gagasan-gagasan utamanya secara segar, jelas dan terperinci (Keraf, 1973:34).
Tentunya proses tersebut tidak berhenti begitu saja, namun diteruskan dengan proses selanjutnya yaitu menuangkan gagasan tersebut dalam bentuk tulisan. Gagasan-gagasan yang muncul dalam pikiran penulis atau pengarang kemudian diolah menjadi kalimat-kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca. Hal ini diperlukan agar apa yang ada dalam otak penulis bisa ditanggap oleh pembaca. Karena proses pembuatan kalimat tersebut bertujuan untuk menyampaikan gagasan penulis maka kalimat yang digunakan harus efektif agar pembaca dapat menangkap gagasan yang tersurat dalam kalimat tersebut.
Tentunya proses tersebut tidak berhenti begitu saja, namun diteruskan dengan proses selanjutnya yaitu menuangkan gagasan tersebut dalam bentuk tulisan. Gagasan-gagasan yang muncul dalam pikiran penulis atau pengarang kemudian diolah menjadi kalimat-kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca. Hal ini diperlukan agar apa yang ada dalam otak penulis bisa ditanggap oleh pembaca. Karena proses pembuatan kalimat tersebut bertujuan untuk menyampaikan gagasan penulis maka kalimat yang digunakan harus efektif agar pembaca dapat menangkap gagasan yang tersurat dalam kalimat tersebut.
Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan itu tergambar lengkap dalam pikiran si pembaca, persis seperti apa yang ditulis. Keefektifan kalimat yang ditunjang antara lain oleh keteraturan pola kalimat.
Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan pula bahwa kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan itu tergambar lengkap dalam pikiran si pembaca, persis apa yang ditulis. Keefektifan kalimat ditunjang antara lain oleh keteraturan struktur atau pola kalimat. Selain polanya harus benar, kalimat itu harus pula mempunyai tenaga yang menarik.
Dari salah satu situs di internet dikatakan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya, antara pikiran pembaca dengan pikiran penulisnya. Dasar-dasar penguasaan kebahasaan yang mendukung keefektifan kalimat antara lain: kosa kata yang tepat, kaidah sintaksis, dan penalaran yang logis. Hal ini berarti bahaw kalimat efektif adalah kalimat yang jika dipakai maka apa yang ingin disampaikan oleh penulis dapat diterima oleh pembaca sesuai dengan keinginan penulis. Pendapat ini diperkuat juga oleh pendapat Hanafi berikut ini:
Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan itu tergambar lengkap dalam pikiran si pembaca, persis seperti apa yang ditulis. Keefektifan kalimat ditunjang antara lain oleh keteraturan struktur atau pola kalimat.
Dari beberapa pendapat di atas jelas bahwa kalimat dikatakan efektif apabila dengan kalimat tersebut penulis dapat mengutarakan maksudnya sehingga dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca Atau dengan kata lain kalimat yang efektif adalah kalimat yang memperlihatkan logika yang baik. Logika atau penalaran adalah proses berpikir yang baik dan teratur. Sebuah kalimat yang tidak menunjukkan keteraturan berpikir penuturnya adalah kalimat yang tidak efektif. Dengan kalimat efektif maka apa yang ada dalam pikiran penulis dapat tertuang utuh menjadi sebuah tulisan.
Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur-unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah(Mustakin, 1994:861).
Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan itu tergambar lengkap dalam pikiran si pembaca, persis seperti apa yang ditulis. Keefektifan kalimat ditunjang antara lain oleh keteraturan struktur atau pola kalimat.
Dari beberapa pendapat di atas jelas bahwa kalimat dikatakan efektif apabila dengan kalimat tersebut penulis dapat mengutarakan maksudnya sehingga dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca Atau dengan kata lain kalimat yang efektif adalah kalimat yang memperlihatkan logika yang baik. Logika atau penalaran adalah proses berpikir yang baik dan teratur. Sebuah kalimat yang tidak menunjukkan keteraturan berpikir penuturnya adalah kalimat yang tidak efektif. Dengan kalimat efektif maka apa yang ada dalam pikiran penulis dapat tertuang utuh menjadi sebuah tulisan.
Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur-unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah(Mustakin, 1994:861).
Menurut Nazar (1991, 44:52) ketidakefektifan kalimat salah satu penyebabnya adalah karena kalimat tersebut tidak logis. Jika dikaitkan dengan pengorganisasian gagasan, maka gagasana yang baik adalah jika dalam menuangkan gagasan tersebut menggunakan kalimat yang efektif. Hal ini berarti bahwa untuk melihat keefektifan kalimat secara sekilas tanpa memperhatikan strukturnya terlebih dahulu, kita bisa melihat kalimat tersebut masuk akal ataukah tidak.
Menurut Putrayasa, kalimat dikatakan efektif apabila memenuhi dua syarat utama yaitu struktur kalimat efektif dan ciri kalimat efektif. Struktur kalimat efektif meliputi kalimat umum, kalimat parallel dan kalimat periodik. Sementara itu, ciri kalimat efektif meliputi: kesatuan, kehematan, penekanan, dan kevariasian (2007: 47).
Suatu kalimat dikatakan efektif bisa dilihat dari strukturnya. Pertama struktur umum. Dalam sturktur kalimat umum unsur-unsur yang membangun ada dua yaitu unsur wajib dan unsur takwajib. Unsur wajib adalah unsur yang harus ada dalam sebuah kalimat yaitu unsur subjek dan predikat, sedangkan unsur takwajib adalah unsur yang boleh ada dan boleh tak ada, unsur tersebut yaitu kata kerja bantu, keterangan aspek, keterangan tempat waktu, cara dsb.
Suatu kalimat dikatakan efektif bisa dilihat dari strukturnya. Pertama struktur umum. Dalam sturktur kalimat umum unsur-unsur yang membangun ada dua yaitu unsur wajib dan unsur takwajib. Unsur wajib adalah unsur yang harus ada dalam sebuah kalimat yaitu unsur subjek dan predikat, sedangkan unsur takwajib adalah unsur yang boleh ada dan boleh tak ada, unsur tersebut yaitu kata kerja bantu, keterangan aspek, keterangan tempat waktu, cara dsb.
Struktur kalimat yang kedua adalah struktur kalimat paralel. Kesejajaran atau paralelisme dalam kalimat adalah penggunaan bentuk-bentuk bahasa yang sama yang dipakai dalam suatu serial. Ada tiga macam kesejajaran atau paralelisme. Pertama kesejajaran bentuk, yang kedua kesejajaran makna, yang terakhir kesejajaran dalam perincian pilihan.
Struktur kalimat efektif yang ketiga adalah struktur kalimat periodik. Jika pada kalimat umum, unsur-unsur yang dikemukakan cenderung unsur intinya, tetapi kalau kalimat periodik sebaliknya, yaitu unsur-unsur tambahan yang lebih dahulu dikemukakan kemudian muncul bagian intinya.
Struktur kalimat efektif yang ketiga adalah struktur kalimat periodik. Jika pada kalimat umum, unsur-unsur yang dikemukakan cenderung unsur intinya, tetapi kalau kalimat periodik sebaliknya, yaitu unsur-unsur tambahan yang lebih dahulu dikemukakan kemudian muncul bagian intinya.
Selain struktur, kalimat efektif juga mempunyai ciri-ciri. Ciri kaliamt efektif yang pertama adalah kesatuan. Bagaimanapun bentuk sebuah kalimat efektif, baik itu kalimat inti ataupun kalimat luas, harus mengungkapkan sebuah ide pokok atau satu kesatuan pikiran. Kesatuan tersebut mengacu pada keselarasan antara unsur-unsur dalam sebuah kalimat yang meliputi subjek-predikat, predikat-objek, dan predikta-keterangan.
Ciri kalimat efektif yang kedua adalah kehematan. Kehematan adalah adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan luasnya jangkauan makna yang diacu. Sebuah kalimat dikatakan hemat bukan karena jumlah katanya sedikit, begitu sebaliknya dikatakan tidak hemat juga bukan karena jumlah katanya banyak. Kalimat dikatakan hemat apabila menggunakan kata-kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar. Untuk menghindari pemborosan kata, hal-hal yang perlu dilakukan adalah menghindari pengulangan subjek, menghindari hiponim, terakhir adalah memperhatikan penggunaan kata depan ’dari’ dan ’daripada’.
Ciri kalimat efektif yang ketiga adalah penekanan. Penekanan atau penegasan dalam kalimat adalah upaya pemberian pementingan atau pemusatan perhatian pada salah satu unsur atau bagian kalimat, agar unsur atau bagian kalimat yang diberi penegasan itu lebih mandapat perhatian dari pembaca. Penekanan bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan pemindahan letak frase. Untuk memberikan penekanan, penulis dapat memindahkan letak frase atau bagian kalimat itu pada pagian depan kalimat. Cara yang kedua yaitu dengan mengulang kata-kata yang sama. Pengulangan kata dapat membuat maksud kalimat menjadi jelas.
Ciri kalimat efektif yang teakhir yaitu kevariasian. Kevariasian tidak dapat dilihat hanya dalam satu kaliamt saja, namun harus dibandingkan dengan kalimat lain.
Ciri kalimat efektif yang kedua adalah kehematan. Kehematan adalah adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan luasnya jangkauan makna yang diacu. Sebuah kalimat dikatakan hemat bukan karena jumlah katanya sedikit, begitu sebaliknya dikatakan tidak hemat juga bukan karena jumlah katanya banyak. Kalimat dikatakan hemat apabila menggunakan kata-kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar. Untuk menghindari pemborosan kata, hal-hal yang perlu dilakukan adalah menghindari pengulangan subjek, menghindari hiponim, terakhir adalah memperhatikan penggunaan kata depan ’dari’ dan ’daripada’.
Ciri kalimat efektif yang ketiga adalah penekanan. Penekanan atau penegasan dalam kalimat adalah upaya pemberian pementingan atau pemusatan perhatian pada salah satu unsur atau bagian kalimat, agar unsur atau bagian kalimat yang diberi penegasan itu lebih mandapat perhatian dari pembaca. Penekanan bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan pemindahan letak frase. Untuk memberikan penekanan, penulis dapat memindahkan letak frase atau bagian kalimat itu pada pagian depan kalimat. Cara yang kedua yaitu dengan mengulang kata-kata yang sama. Pengulangan kata dapat membuat maksud kalimat menjadi jelas.
Ciri kalimat efektif yang teakhir yaitu kevariasian. Kevariasian tidak dapat dilihat hanya dalam satu kaliamt saja, namun harus dibandingkan dengan kalimat lain.
.jpg)